Senin, 23 Juli 2018

Firefox Update Terbaru Bisa Blokir Pesan Menyebalkan

Pekan ini, Mozilla merilis peramban internet Firefox 59 untuk platform PC, Mac, dan Android. Ada sejumlah update terkait kinerja, privasi, dan keamanan yang disertakan.

Salah satu kemampuan baru yang menarik adalah fitur untuk memblokir pesan menyebalkan. Pesan ini berupa permintaan untuk mengirim notifikasi oleh sebuah website. Kadang pesan tersebut juga berupa perminataan akses ke kamera, mikrofon, atau lokasi perangkat.

Opsi untuk memblokir notifikasi yang muncul (pop-up) dari situs bisa ditemukan di dalam menu “Preferences”. DI sini, pengguna bisa menyusun whitelist berisi situs mana saja yang dibolehkan menampilkan notifikasi pop-up, sementara sisanya bisa diblokir.

Update sekuriti lain diterapkan pada Private Browsing yang kini menghapus path information, sehingga sebuah situs tidak bisa melacak situs-situs mana yang sebelumnya dikunjungi pengguna Firefox 59.

Dari segi kinerja, Firefox 59 dijanjikan bakal bisa lebih cepat memuat laman web dengan mengakses cache dari hard disk pengguna atau dari network.

Proses rendering grafis melalui Off-Man-Thread Painting yang sebelumnya hadir untuk Windows di Firefox 58, kini sudah ikut hadir di Mac, Kamis (15/3/2018).

Khusus untuk versi Android, Mozilla menyertakan Firefox sebagai Assist App. Jadi, pengguna bisa melakukan pencarian internet lewat Firefox hanya dengan menekan tombol home beberapa saat, menggantikan Google Assistant yang biasanya dipanggil untuk keperluan itu.

Seperti biasa, update Firefox disalurkan secara otomatis. Mozilla akan memperbarui browser Firefox yang terpasang di perangkat masing-masing pengguna. Pengguna juga dapat mengunjungi Firefox.com untuk mengunduh peramban secara manual.  

Firefox Update Terbaru Bisa Blokir Pesan Menyebalkan

Firefox Update Terbaru Bisa Blokir Pesan Menyebalkan

Pekan ini, Mozilla merilis peramban internet Firefox 59 untuk platform PC, Mac, dan Android. Ada sejumlah update terkait kinerja, privasi, dan keamanan yang disertakan.

Salah satu kemampuan baru yang menarik adalah fitur untuk memblokir pesan menyebalkan. Pesan ini berupa permintaan untuk mengirim notifikasi oleh sebuah website. Kadang pesan tersebut juga berupa perminataan akses ke kamera, mikrofon, atau lokasi perangkat.

Opsi untuk memblokir notifikasi yang muncul (pop-up) dari situs bisa ditemukan di dalam menu “Preferences”. DI sini, pengguna bisa menyusun whitelist berisi situs mana saja yang dibolehkan menampilkan notifikasi pop-up, sementara sisanya bisa diblokir.

Update sekuriti lain diterapkan pada Private Browsing yang kini menghapus path information, sehingga sebuah situs tidak bisa melacak situs-situs mana yang sebelumnya dikunjungi pengguna Firefox 59.

Dari segi kinerja, Firefox 59 dijanjikan bakal bisa lebih cepat memuat laman web dengan mengakses cache dari hard disk pengguna atau dari network.

Proses rendering grafis melalui Off-Man-Thread Painting yang sebelumnya hadir untuk Windows di Firefox 58, kini sudah ikut hadir di Mac, Kamis (15/3/2018).

Khusus untuk versi Android, Mozilla menyertakan Firefox sebagai Assist App. Jadi, pengguna bisa melakukan pencarian internet lewat Firefox hanya dengan menekan tombol home beberapa saat, menggantikan Google Assistant yang biasanya dipanggil untuk keperluan itu.

Seperti biasa, update Firefox disalurkan secara otomatis. Mozilla akan memperbarui browser Firefox yang terpasang di perangkat masing-masing pengguna. Pengguna juga dapat mengunjungi Firefox.com untuk mengunduh peramban secara manual.  

Senin, 09 Juli 2018

Cora Taksi Terbang yang Didukung Pendiri Google

Google sekaligus CEO Alphabet (perusahaan induk Google), Larry Page diketahui mendanai perusahaan startup mobil terbang, Kitty Hawk dengan uang dari kantong sendiri.

Hasilnya bisa dilihat pekan ini, lewat perkenalan sebuah mobil terbang bernama Cora dari Kitty Hawk. Bentuknya mirip pesawat terbang kecil dengan 12 baling-baling yang disusun horizontal, enam buah di masing-masing sayap.

Ada satu lagi propeller yang lebih besar ditempatkan secara vertikal di bagian belakang pesawat, berfungsi sebagai pendorong.

Cora bertenaga listrik dan disebut mampu terbang dengan kecepatan 150 kilometer per jam, dengan jarak tempuh sekitar 100 meter.

Layaknya helikopter atau drone, Cora sanggup lepas landas dan mendarat secara vertikal, sehingga tak membutuhkan runway. Ia pun bisa terbang sendiri secara otomatis tanpa butuh diawaki.

Kitty Hawk berencana memfungsikan Cora sebagai taksi terbang dan tengah mengujinya di Selandia Baru, lewat kerja sama dengan pemerintah setempat.

Pengembangan Cora yang bertenaga listrik dinilai sejalan dengan target Selandia Baru menekan emisi karbon hingga tak ada sama sekali pada 2050 mendatang.

Belum ada jadwal pasti mengenai kehadiran Cora untuk publik. Namun, sebagaimana berita dari CNBC, Kamis (15/2/2018), CEO Kitty Hawk, Sebastian Thrun pernah mengungkapkan harapannya bahwa taksi terbang bakal bisa beroperasi dalam lima tahun ke depan.

Kitty Hawk sendiri bukan satu-satunya perusahaan yang mengembangkan taksi terbang. Setidaknya ada 19 perusahaan lain yang punya rencana serupa, termasuk nama-nama besar di dunia aviasi seperti Boeing, Airbus, dan Bell Helicopter.

Cora Taksi Terbang yang Didukung Pendiri Google

Cora Taksi Terbang yang Didukung Pendiri Google

Google sekaligus CEO Alphabet (perusahaan induk Google), Larry Page diketahui mendanai perusahaan startup mobil terbang, Kitty Hawk dengan uang dari kantong sendiri.

Hasilnya bisa dilihat pekan ini, lewat perkenalan sebuah mobil terbang bernama Cora dari Kitty Hawk. Bentuknya mirip pesawat terbang kecil dengan 12 baling-baling yang disusun horizontal, enam buah di masing-masing sayap.

Ada satu lagi propeller yang lebih besar ditempatkan secara vertikal di bagian belakang pesawat, berfungsi sebagai pendorong.

Cora bertenaga listrik dan disebut mampu terbang dengan kecepatan 150 kilometer per jam, dengan jarak tempuh sekitar 100 meter.

Layaknya helikopter atau drone, Cora sanggup lepas landas dan mendarat secara vertikal, sehingga tak membutuhkan runway. Ia pun bisa terbang sendiri secara otomatis tanpa butuh diawaki.

Kitty Hawk berencana memfungsikan Cora sebagai taksi terbang dan tengah mengujinya di Selandia Baru, lewat kerja sama dengan pemerintah setempat.

Pengembangan Cora yang bertenaga listrik dinilai sejalan dengan target Selandia Baru menekan emisi karbon hingga tak ada sama sekali pada 2050 mendatang.

Belum ada jadwal pasti mengenai kehadiran Cora untuk publik. Namun, sebagaimana berita dari CNBC, Kamis (15/2/2018), CEO Kitty Hawk, Sebastian Thrun pernah mengungkapkan harapannya bahwa taksi terbang bakal bisa beroperasi dalam lima tahun ke depan.

Kitty Hawk sendiri bukan satu-satunya perusahaan yang mengembangkan taksi terbang. Setidaknya ada 19 perusahaan lain yang punya rencana serupa, termasuk nama-nama besar di dunia aviasi seperti Boeing, Airbus, dan Bell Helicopter.