Kamis, 05 April 2018

Penelitian Baru, Gemar Bersepeda Bikin Awet Muda

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Aging Cell mengungkap bahwa seseorang yang rutin bersepeda cenderung lebih awet muda. Selain itu, penelitian ini turut menumbangkan anggapan bahwa kekuatan manusia menurun seiring pertambahan usia.

Olahraga membuat seseorang lebih sehat pada masa tua karena timbunan lemak dan kolesterol dalam tubuh tetap normal. Massa otot juga stabil. Pria tua yang gemar bersepeda bahkan memiliki testosteron lebih banyak daripada pria muda pada umumnya.

Hasil ini diperoleh setelah para peneliti dari Universitas Birmingham dan King’s College London mempelajari pesepeda amatir, baik laki-laki maupun perempuan. Obyek penelitian terdiri dari 75 orang berumur 57 hingga 80 tahun dan 55 orang berusia 20 hingga 36 tahun.

Para pria harus bisa menempuh jarak 100 kilometer kurang dari 6,5 jam, sementara para wanita dituntut mampu menempuh jarak 60 kilometer dalam waktu 5,5 jam.

Dari penelitian tersebut, ditemukan pula bahwa sel kekebalan tubuh yang dimiliki para pesepeda berusia lanjut rupanya sebanyak yang dihasilkan para pesepeda muda. Padahal, organ yang memproduksi sel kekebalan mengalami penyusutan sejak usia 20 tahun.

“Hippocrates pada tahun 400 SM berkata bahwa olahraga itu obat terbaik bagi manusia. Sayang pesan ini perlahan hilang seiring waktu. Apalagi masyarakat sekarang lebih sering duduk (sedenter),” ujar Prof. Janet Lord dari Universitas Birmingham,  seperti yang dilansir dari Independent pada Selasa (13/3/2018)

Lewat penelitian ini, Janet Lord ingin mengajak masyarakat rutin berolahraga agar punya kualitas kesehatan lebih baik saat tua.

Peneliti lain, Prof. Stephen Harridge dari King’s College, London menambahkan bahwa olahraga mencegah memburuknya kesehatan tubuh. Untuk itu, masyarakat diminta aktif bergerak lewat olahraga. 

“Temuan ini menegaskan, bukan karena sehat lantas pesepeda tidak berolahraga. Tapi sebaliknya mereka sehat karena olahraga selama sebagian hidup,” imbuhnya.

Penelitian Baru, Gemar Bersepeda Bikin Awet Muda

Penelitian Baru, Gemar Bersepeda Bikin Awet Muda

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Aging Cell mengungkap bahwa seseorang yang rutin bersepeda cenderung lebih awet muda. Selain itu, penelitian ini turut menumbangkan anggapan bahwa kekuatan manusia menurun seiring pertambahan usia.

Olahraga membuat seseorang lebih sehat pada masa tua karena timbunan lemak dan kolesterol dalam tubuh tetap normal. Massa otot juga stabil. Pria tua yang gemar bersepeda bahkan memiliki testosteron lebih banyak daripada pria muda pada umumnya.

Hasil ini diperoleh setelah para peneliti dari Universitas Birmingham dan King’s College London mempelajari pesepeda amatir, baik laki-laki maupun perempuan. Obyek penelitian terdiri dari 75 orang berumur 57 hingga 80 tahun dan 55 orang berusia 20 hingga 36 tahun.

Para pria harus bisa menempuh jarak 100 kilometer kurang dari 6,5 jam, sementara para wanita dituntut mampu menempuh jarak 60 kilometer dalam waktu 5,5 jam.

Dari penelitian tersebut, ditemukan pula bahwa sel kekebalan tubuh yang dimiliki para pesepeda berusia lanjut rupanya sebanyak yang dihasilkan para pesepeda muda. Padahal, organ yang memproduksi sel kekebalan mengalami penyusutan sejak usia 20 tahun.

“Hippocrates pada tahun 400 SM berkata bahwa olahraga itu obat terbaik bagi manusia. Sayang pesan ini perlahan hilang seiring waktu. Apalagi masyarakat sekarang lebih sering duduk (sedenter),” ujar Prof. Janet Lord dari Universitas Birmingham,  seperti yang dilansir dari Independent pada Selasa (13/3/2018)

Lewat penelitian ini, Janet Lord ingin mengajak masyarakat rutin berolahraga agar punya kualitas kesehatan lebih baik saat tua.

Peneliti lain, Prof. Stephen Harridge dari King’s College, London menambahkan bahwa olahraga mencegah memburuknya kesehatan tubuh. Untuk itu, masyarakat diminta aktif bergerak lewat olahraga. 

“Temuan ini menegaskan, bukan karena sehat lantas pesepeda tidak berolahraga. Tapi sebaliknya mereka sehat karena olahraga selama sebagian hidup,” imbuhnya.
Alasan Kucing Suka Manja Dengan Tuanny, Jelas Sains

Bagi Anda yang memelihara kucing, pernahkah melihat tingkah hewan berbulu itu tiba-tiba seperti merajuk ke pangkuan Anda dan meremas-remas?

Rupanya ada penjelasan sains di balik perilaku kucing yang kerap membuat majikannya semakin cinta itu.

Menurut para ilmuwan, aktivitas “meremas” ini sudah alami dimiliki sejak kucing terlahir. Kucing pertama kali akan melakukan itu kepada induknya untuk memeras susu.

Perilaku yang ada sejak bayi ini pun dipertahankan ketika dewasa, termasuk saat berinteraksi dengan manusia.

Ketika dewasa, kucing meremas dan mencakar tempat yang akan digunakan untuk berbaring. Tujuannya, mengetahui apakah tempat itu cukup nyaman.

"Juga untuk mengetahui apakah ada makhluk lain di tempat yang akan digunakan berbaring," demikian diuraikan di situs web PetMD.

Saat berbaring di atas tubuh Anda, tentu kucing bukan bermaksud memerah susu atau mendeteksi kenyamanan, melainkan mengungkapkan rasa kasih sayang.

“Apabila Anda punya kucing yang menjadikan Anda tempat tidurnya, itu karena si kucing merasa dicintai dan nyaman di dekapan Anda. Anda harus menilai ini sebagai pujian!” ujar Katie Amor dari MSPCA seperti dikutip Science Alert, 5 Maret 2018.

Kucing tidak mengeong kepada rekannya. Mereka hanya mengeong pada induknya. Jadi jika kucing mengeong dan berbaring pada Anda, maka ia menganggap Anda orang tuanya.

Alasan Kucing Suka Manja Dengan Tuanny, Jelas Sains

Alasan Kucing Suka Manja Dengan Tuanny, Jelas Sains

Bagi Anda yang memelihara kucing, pernahkah melihat tingkah hewan berbulu itu tiba-tiba seperti merajuk ke pangkuan Anda dan meremas-remas?

Rupanya ada penjelasan sains di balik perilaku kucing yang kerap membuat majikannya semakin cinta itu.

Menurut para ilmuwan, aktivitas “meremas” ini sudah alami dimiliki sejak kucing terlahir. Kucing pertama kali akan melakukan itu kepada induknya untuk memeras susu.

Perilaku yang ada sejak bayi ini pun dipertahankan ketika dewasa, termasuk saat berinteraksi dengan manusia.

Ketika dewasa, kucing meremas dan mencakar tempat yang akan digunakan untuk berbaring. Tujuannya, mengetahui apakah tempat itu cukup nyaman.

"Juga untuk mengetahui apakah ada makhluk lain di tempat yang akan digunakan berbaring," demikian diuraikan di situs web PetMD.

Saat berbaring di atas tubuh Anda, tentu kucing bukan bermaksud memerah susu atau mendeteksi kenyamanan, melainkan mengungkapkan rasa kasih sayang.

“Apabila Anda punya kucing yang menjadikan Anda tempat tidurnya, itu karena si kucing merasa dicintai dan nyaman di dekapan Anda. Anda harus menilai ini sebagai pujian!” ujar Katie Amor dari MSPCA seperti dikutip Science Alert, 5 Maret 2018.

Kucing tidak mengeong kepada rekannya. Mereka hanya mengeong pada induknya. Jadi jika kucing mengeong dan berbaring pada Anda, maka ia menganggap Anda orang tuanya.